WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) memiliki senjata masa depan yang canggih. Mereka menggunakan meriam laser yang saat ini masi terus diuji coba.
Meriam laser tersebut terus diuji dan akan segera dioperasi dari kapal-kapal perang milik Negeri Paman Sam. Uji coba itu dilakukan dengan menembak jatuh pesawat tak berawak atau drone.
"US Navy berhasil mengembangkan meriam laser untuk menembak pesawat tanpa awak. Ini menunjukkan sebuah persenjataan untuk peperangan di masa depan," ujar peneliti Angkatan Laut AS Peter Morrison, seperti dikutip Guardian, Selasa (9/4/2013).
Senjata yang dikenal dengan sebutan Laser Weapon System atau Laws, saat ini sudah berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak sebagai target uji coba. Menurut pihak US Navy, senjata ini bisa terus ditembakan selama masih ada tenaga listrik. Biaya listrik yang digunakan pun seharga sekira USD1 atau sekira Rp9.747.
"Dibandingkan dengan ratusan ribu dolar yang dikeluarkan untuk menembakan rudal, ini tentunya merupakan sebuah terobosan baru," jelas Laksamana Muda Matthew Klunder.
Klunder menambahkan, pihaknya mengharapkan ke depannya rudal yang ada tidak akan bisa mengimbangi akurasi dari meriam laser ini. Meriam laser itu diketahui dapat ditembakan dengan kecepatan cahaya.
Laporan dari Komisi Penelitian Kongres AS menunjukkan kepuasan dari teknologi laser tersebut. Tetapi mereka menilai ada satu kekurangan. Pihak komisi mengkhawatirkan tembakan laser bisa mengenai satelit ataupun pesawat.
Selain itu, laser tidak bisa berfungsi dengan baik pada saat kondisi hujan atau kabut tebal. Pada dasarnya senjata laser ini tidak bisa digunakan di segala cuaca.
(Fajar Nugraha)