BOSTON - Katherine Russell, tidak menyangka dirinya akan menjadi janda dari pelaku pengeboman lomba lari maraton Boston, Senin 15 April lalu. Banyak pihak yang menilai perempuan itu telah dicuci otaknya oleh Tamerlan Tsarnaev untuk menikah dengannya.
Katherine atau biasa dipanggil Katie, menikah dengan Tamerlan ketika dirinya berusia 21 tahun. Saat itu Russell masih kuliah dan pada akhirnya melahirkan seorang putri.
Sosok Katherine Russell jauh berbeda dari sebelum mengenal sosok Tamerlan Tsarnaev. Sebelum menikah dan pindah dengan Tamerlan, Russell layaknya gadis tipe Amerika pada umumnya. Tidak ada yang tahu mengapa Russell bisa jatuh ke pelukan Tsarnaev dan berubah sepenuhnya.
Beberapa orang yang mengenalnya, menilai Russell sebagai sosok yang tidak suka mengeluh dan selalu berusaha memecahkan masalah. Perempuan itu selalu bermimpi untuk kuliah dan bergabung dengan organisasi Peace Corps. Russell bahkan selalu memperingatkan teman-teman untuk bersikap santai dan menikmati hidup.
Teman semasa kecilnya tidak ada yang mengira bahwa Russell bisa terlibat dalam masalah pengeboman di Boston. Beberapa temannya mengingatnya sebagai sosok yang berbeda.
"Saya sempat bertemu dengannya beberapa bulan lalu dan dia benar-benar berbeda dan telah berubah. Tidak bukan orang yang sama," tutur seorang teman Russell yang enggan disebut namanya," seperti dikutip The New York Times, Senin (22/4/2013).
"Dia seperti gadis Amerika yang dicuci otaknya dengan suami yang religius. Tidak ada yang mengerti apa yang terjadi kepadanya. Tidak ada dari kami yang mengira dia akan berhenti kuliah dan memiliki anak atau bahkan pindah agama," ucap seorang teman Russell yang lain.
Kini setelah kematian sang suami di tangan pihak berwenang Boston, Russell tingga bersama putrinya yang baru berusia tiga tahun, Zahara. Keduanya mengungsi ke rumah orangtua Russell, di Rhode Island.
Russell selama ini mengetahui pergerakan yang dilakukan oleh suaminya. Selain itu hubungannya dengan sang suami dan adik suaminya, Dzhokhar, membuat Russell sebagai saksi kunci.
Selama Tsarnaev melalukan perjalanan ke Makhackhala, wilayah Dagestan pada 2011, Russell juga mengetahui rencana itu.
Sementara pihak penyelidik AS, saat ini masih terus menyelidiki kemungkinan pertemuan antara Tsarnaev dan Gaczhimurad Dolgatov, yang dikenal sebagai petinggi kelompok separatis Dagestani. Dolgatov sendiri tewas pada 2012 ketika terlibat pertempuran dengan Rusia.
(Fajar Nugraha)