SEMARANG - Peran serta perempuan di Indonesia dalam pembangunan hingga kini masih minim. Banyak kalangan masyarakat menempatkan perempuan sebagai pendamping atau penghias saja, bahkan ‘konco wingking’.
Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Golkar,Aburizal Bakrie, saat memberikan pengantar kuliah umum dengan tema "Membangun generasi muda calon pemimpin bangsa", di Auditorium Prof Soedarto Undip Semarang hari ini.
"Keberadaan perempuan Indonesia yang mencapai lebih dari 50%, belum dioptimalkan oleh para pejabat. Hal itu terlihat dari masih kurangnya penghargaan kepada kaum perempuan," ungkap Ical –sapaan Aburizal Bakrie-, Jumat (17/5/2013).
Menurutnya, pembangunan membutuhkan kontribusi seluruh rakyat Indonesia, dan perempuan-perempuan didorong terus berprestasi agar tidak kalah dengan kaum laki-laki. "Dengan potensi di urutan keempat dalam jumlah penduduk dunia, Indonesia akan menjadi negara besar," ujarnya.
Untuk itu, perempuan juga tidak boleh terperangkap untuk mengagung-agungkan harta atau materi, sehingga merendahkan harga dirinya. "Pembangunan dengan mengedepankan peran wanita Indonesia sebagai rekan kerja," tutupnya.
Sementara itu, kedatangan Ical di Undip, mendapat sambutan aksi unjuk rasa dari BEM KM Undip. Mereka meminta Aburizal Bakrie bertanggung jawab terhadap kasus lumpur Lapindo, yang terjadi sejak tujuh tahun lalu.
Selain membentangkan poster bertulis "Usut Tuntas Lapindo", "Ical masih ingat Lapindo?", mahasiswa juga menaburkan bunga di atas sejumlah mahasiswa yang bermandi lumpur, di depan Auditorium Prof Soedarto.