Anwar: Najib Tidak Pernah Tandatangan Rekonsiliasi

Fajar Nugraha, Jurnalis
Senin 27 Mei 2013 14:21 WIB
Anwar Ibrahim (Foto: The Straits Times)
Share :

PETALING - Pemimpin oposisi Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengungkapkan isu rekonsiliasi antara dirinya dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Anwar, PM Najib Razak tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian yang diutarakan sebelum Pemilu Malaysia berlangsung.

Sebelumnya, media rekonsiliasi itu diajukan oleh mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla sebelum dilaksanakannya Pemilu Malaysia 2013. Namun menurut Anwar, PM Najib tidak berani menandatangani.

"Najib katakan dirinya bersedia (atas rekonsiliasi itu) tetapi dia tidak menandatangani itu, karena saya tahu dirinya tidak pernah bermaksud untuk mengikuti perjanjian (rekonsiliasi) itu," jelas Anwar, seperti dikutip The Malaysian Insider, Senin (27/5/2013).

"Dia (Najib) menyetujui rekonsiliasi itu, dia bahkan mengklaim dirinya sebagai pria yang menepati janji tetapi tidak punya keberanian untuk menandatangani perjanjian rekonsiliasi," tukasnya.

Detail mengenai perjanjian rekonsiliasi itu dijelaskan sebelumnya oleh JK. Kepada The Wall Street Journal, JK menuduh Anwar mengingkari perjanjian awal rekonsiliasi sebelum pemilu berlangsung.

Menurut JK, perjanjian itu diraihnya pada 20 April lalu. Namun dengan protes yang dilakukan oleh Anwar bersama dengan kelompok oposisi Pakatan Rakyat, dianggap menjadi pelanggaran atas perjanjian rekonsiliasi itu.

Namun Anwar memiliki alasan tersendiri mengenai rekonsiliasi ini. Menurutnya, dia memang menandatangani rekonsiliasi tersebut tetapi melihat cara Pemerintah Malaysia yang dipimpin PN Najib mengatur pelaksanaan pemilu, dianggap Anwar sebagai pelanggaran atas rekonsiliasi.

Anwar hingga kini tidak menerima hasil pemilu yang memenangkan koalisi Barisan Nasional untuk mempertahankan kekuasaannya
. Bagi Anwar, Pemerintahan Najib Razak telah melakukan kecurangan atas hasil pemilu.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya