JAKARTA - Umumnya, asrama hanya dianggap sebagai tempat tinggal sementara bagi siswa atau mahasiswa saat jauh dari rumah. Namun, asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dikenal dengan UGM Residence memiliki peran penting lainnya.
Dalam sarasehan UGM Residence Fair 2013, Direktur Kemahasiswaan UGM Senawi menyebut, UGM Residence tidak hanya berperan sebagai tempat hunian mahasiswa. Asrama juga ikut bertanggung jawab dalam proses pembelajaran akademik dan budaya.
Senawi mengatakan, mahasiswa yang tinggal di asrama tidak sekadar pergi-pulang kuliah untuk mendapatkan pengetahuan kognitif. Namun diarahkan menambah kemampuan nonkognitif selama tinggal di asrama.
Lewat pemberian softskill menjadi bagian dari fungsi asrama untuk menjadi tempat mendampingi, memotivasi, melayani, memfasilitasi dan melindungi para mahasiswa. “Kami harapkan mahasiswa memiliki dasar karakter pemimpin yang memiliki sikap jujur, ulet, tangguh, dan kemampuan kerjasama membangun jejaring,” kata Senawi, seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (29/5/2013).
Dia menambahkan, mahasiswa yang tinggal di asrama umumnya bisa saling mengenal mahasiswa lain yang berbeda etnis luar daerah dari seluruh Indonesia. Bahkan mahasiswa asing.
Oleh karena itu, lanjutnya, mahasiswa diharuskan mampu menghargai dan menghormati perbedaan karakter dari lingkungan sekitarnya. “Pandai membaca karakter sangat penting dimiliki mahasiswa agar mampu hidup berdampingan dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Motivator Siti Andarwati menuturkan, mahasiswa yang berkarakter memiliki nilai-nilai integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pengendalian diri, keberanian, dan kesabaran. Nilai tersebut yang kelak dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
"Nilai-nilai tersebut dikombinasikan dengan kemampuan cara berpikir, cara bertindak dan aktualisasi diri sehingga mampu membentuk karakter calon pemimpin yang baik," imbuh Siti.
(Margaret Puspitarini)