JAKARTA - Peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin, adalah momentum tepat jiwa Pancasila itu sendiri, yakni semangat gotong royong.
"Kata Bung Karno, ini yang harus kita ekspresikan lagi. Menurut saya hari ini begitu banyak orang yang mempraktikkan nilai-nilai Pancasila tetapi kita lebih sering menyebut orang yang tidak memperaktikkan, sehingga orang itu tidak terlihat Pancasilais," ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara bertajuk 'Pancasila Jiwa Bangsa' di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2013).
Karena penilaian yang hanya berpandang pada sisi negatif itu, kata dia, sehingga nilai-nilai Pancasila seolah pudar.
"Padahal, muncul banyak gerakan-gerakan pemuda, Karena Pancasila dipegang simbolnya oleh negara, P4 , BP7, yang dulu diprogramkan sekarang menjadi kenyataan, sekarang ini harus dimunculkan lagi," tegasnya.
Agar dapat mengembalikan semangat itu, Anis menegaskan, harus terlebih dulu mengembangkan rasa kepercayaan diri yang juga diimbangi dengan kepercayaan terhadap pemimpinnya.
"Kepercayaan terhadap pemimpin saat ini sangat-sangat rendah. Bung karno dan Hatta, tidak hanya dipandang kaum kolonial sebagai tokoh pergerakan, tetapi sebagai sumber suara rakyatnya. Makanya, kolonial tidak menghilangkan nyawanya, tetapi menjauhkan dari rakyat," tandasnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)