SEMARANG - Ratusan karyawan yang bekerja di perkantoran di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Jawa Tengah, berjibaku dengan genangan air sedalam 60 sentimeter. Tidak saja pengendara roda dua, kendaraan roda empat juga harus berputar arah menghindari banjir.
Kawasan Semarang bagian utara terendam banjir setelah diguyur hujan deras sejak Minggu malam kemarin sekira pukul 19.00 WIB, hingga subuh tadi. Mapolsek Semarang Utara tak luput dari genangan air.
Aiptu Suharyono, anggota Polsek Semarang Utara, mengatakan, banjir membuat kondisi mapolsek sangat memerihatinkan. "Kondisi selalu seperti ini. Setiap jalan di depan banjir setinggi 60 hingga 70 sentimeter, kantor juga ikut kebanjiran," kata Suharyono, Senin (17/6/2013).
Tidak saja lingkungan Mapolsek Semarang Utara, asrama polisi yang berada di dekat mapolsek juga terendam.
Kusminarni (50), warga asrama, mengaku sudah tujuh kali meninggikan rumahnya, namun tetap saja air masuk ke dalam. "Tujuh kali saya tinggikan rumah dari 2007, tapi percuma saja. Tahun ini saja sudah empat kali saya kebanjiran," aku Kusminarni.
Banjir juga membuat pengajar Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 06, yang berlokasi di asrama, terpaksa memulangkan para siswa. Ini karena ruang kelas terendam air.
Sutitah, Kepala TK Kemala Bhayangkari 06, mengaku perihatin karena banjir kerap terjadi setiap hujan deras turun. "Perihatin dengan kondisi ini. Ini saja saya terpaksa memulangkan siswa karena kondisi kelas seperti ini. Saya kasihan sama anak-anak," ungkapnya.
(Risna Nur Rahayu)