JAKARTA - Indonesia Development Monitoring (IDM) melakukan survei terhadap para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Lampung. Survei dilakukan pada kurun waktu 2 Juni -16 Juni 2013.
Direktur Eksekutif IDM, Fahmi Hafel menjelaskan nama sejumlah tokoh sudah dikenal luas dengan rata-rata jawaban pemilih di atas 90 persen. Mereka adalah Herman HN (Wali Kota Bandar Lampung), Alzier Dianis Thabranie (Ketua DPD Partai Golkar Lampung), Joko Umar Said (Wakil Gubenur lampung), Berlian Tihang( Sekda Provinsi Lampung), Mukhlis Basri (Bupati Lampung Barat), dan Andi Arief (Staf Khusus Presiden SBY).
"Tokoh muda yang mempunyai elektabilitas dan popularitas tertinggi hanyalah Andi Arief dengan 5,6 persen. Sedangkan tokoh muda dari Partai Demokrat yang maju sebagai calon gubenur Lampung yaitu, Muhamad Ridho Ficardo (Ketua Demokrat Lampung) hanya memiliki elektabilitas 0,9 persen," paparnya di Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Empat nama tokoh yang tidak pernah bersaing dalam Pilkada Provinsi Lampung dan sudah dikenal luas (di atas 90 %) adalah Herman HN (Wali Kota Bandar Lampung), Joko Umar Said (Wakil Gubenur Lampung), Berlian Tihang (Sekda Prov Lampung), dan Mukhlis Basri (Bupati Lampung Barat).
"Meskipun belum menjadi daya tarik yang kuat bagi pemilih, potensi mereka setidaknya dapat dilihat dari tingkat penerimaan pemilih pada mereka. Dalam hal ini indikasinya dapat dilihat dari tingkat kesukaan pemilih pada mereka," jelas Fahmi.
Dari beberapa indikator pertanyaan survei yang dijadikan pertanyaan kepada warga Lampung didapati, pada tokoh yang mempunyai elektabilitas diatas 15 persen hanya Alzier Dianis Thabranie (Ketua DPD Golkar), Berlian Tihang (Sekda Prov Lampung), dan Mukhlis Basri (Bupati Lampung Barat)
"Dalam temuan survei tokoh yang paling punya potensi untuk menang dalam pemilihan Gubenur Lampung adalah Berlian Tihang dengan tingkat elektabilitas 31,4 persen. Kemudian Berlian Tihang yang notabene bukan datang dari kalangan Parpol tetapi dari kalangan birokrasi," paparnya.
Survei ini dilakukan kepada warga Lampung yang punya hak pilih. Yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dengan jumlah sample sebanyak 3.000 responden, maka toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2.5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.
"Bagi banyak masyarakat Lampung, Pilkada tingkat provinsi kali ini memiliki arti penting. Apalagi Pilkada Provinsi Lampung jadwal tahapannya dimajukan karena adanya pesta demokrasi yang lebih besar yaitu, Pilpres dan Pileg," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )