JAKARTA - Kisah Shinta Nuriyah Wahid bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tubuhnya sempat lumpuh, dan terbaring di kasur rumah sakit selama tiga bulan. Namun, dia tidak menyerah, dalam kondisi seperti itu, istri almarhum Gus Dur itu mampu menyelesaikan kuliah S2-nya di Universitas Indonesia.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Pudji Hartanto menilai, semangat Shinta patut dicontoh. Selain tidak menyerah pada keadaan, dia juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas.
"Ibu Shinta memberikan inspirasi bagi korban kecelakaan untuk tidak menyerah melanjutkan hidup, sekaligus mengingatkan orang lain agar tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas seperti dirinya,” kata dia di aula gedung NTMC Polri, Jalan MT Haryono Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2013).
Alasan itulah yang membuat Korlantas Polri memberikan apresiasi dengan memberikan anugerah pelopor keselamatan lalu lintas kepada Shinta Nuriyah Wahid.
“Malam ini merupakan salah satu bentuk kampanye untuk terus mengingatkan warga negara Indonesia, agar terus mengingat menjaga keselamatan saat berkendara, dan terus menemukan pelopor-pelopor dalam keselamatan berlalulintas,” terang Pudji.
Shinta mengaku cukup terharu bisa menerima penghargaan itu. Dia berjanji tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan keluarga, orang terdekat, hingga masyarakat yang ditemuinya dalam berbagai kegiatan, untuk terus menggemakan keselamatan berlalu lintas.
"Sungguh mengerikan, tiap jam tiga orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Bisa dibayangkan berapa jumlah kematian orang Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas. Kita harus terus memberikan informasi, dan mengampanyekan keselamatan berlalu-lintas," ujarnya.
Dia juga berharap kepada korban kecelakaan agar tetap mengobarkan semangat hidup untuk meraih masa depan. "Percayalah, meski sempat terpuruk, saya tidak menyerah pada keadaan,” terang Shinta yang mengalami kecelakaan pada 14 Maret 1993.
Saat itu, mobil yang ditumpanginya pecah ban di Tol Cikampek. Kejadian itu membuatnya sempat lumpuh selama beberapa tahun.
“Saya sungguh mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kakorlantas beserta jajarannya yang terus menerus melakukan kampanye tidak berkesudahan untuk mengurangi angka kecelakaan,” puji Shinta.
(Tri Kurniawan)