JAKARTA - Kemerdekaan Indonesia yang bisa dirasakan oleh bangsa Indonesia diraih melalui perjuangan, bukan pemberian dari bangsa lain. Dengan kemerdekaan ini, otomatis posisi Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya.
"Tiga setengah abad hidup di dalam penjajahan. Menghilangkan kebebasan, termasuk kebebasan berbicara. Pejuang bangsa mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan. Kemerdekaan bukan hadiah dari penjajah, tapi pejuang kemerdekaan yang memperjuangkan itu sehingga kita sekarang bisa sejajar dengan bangsa-bangsa dunia lainnya," kata Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, Minggu (10/11/2013).
Surya menyebutkan, pergerakan kemerdekaan ini masih terus berlanjut dengan menjaga cita-cita kemerdekaan agar tidak diselewengkan. "Harus berdiri tegak. Upaya-upaya melakukan kebodohan bagi anak-anak bangsanya sendiri adalah musuh bagi kita yang memperjuangkan cita-cita kemerdekaan," ujarnya.
"Ketika bangsa lain meremehkan bangsa kita, kita tidak bisa bertopang dagu. Partai Nasdem mengikrarkan diri, Indonesia dapat menjadi Indonesia yang lebih hebat dan berada sejajar dengan negara-negara maju lainnya," imbuhnya.
Semangat patriotisme dan nasionalisme, kata Surya, harus tetap ada di dada anak-anak Indonesia. Indonesia menurut dia bisa lebih hebat, tapi dibutuhkan pemimpin yang memiliki ketauladan, yang mau melayani bukan ingin dilayani.
"Di hari bersejarah ini. kita bertekad dan berikrar, kami ini anak-anak bangsa Indonesia siap menjalankan amanat. Melanjutkan perjuangan-perjuangan," tegas Surya dengan penuh semangat.
Upacara hari pahlawan ini dihadiri 3.000 orang yang terdiri dari fungsionaris, kader, dan simpatisan Partai Nasdem. Upacara juga dihadiri putri Presiden RI pertama Rachmawati Soekarno Putri, yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem.
Hadir juga anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai Nasdem Nono Sampono dan Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Hasan Aminudin.
(Muhammad Saifullah )