Pertama di Dunia, Disertasi Vibrasi Sembuhkan Diabetes

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis
Senin 18 November 2013 18:16 WIB
Logo UI. (Foto: dokumentasi UI)
Share :

JAKARTA - Mahasiswi Program Doktoral Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Sitti Syabariyah meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengaruh Pemberian Vibrasi terhadap Pecepatan Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetik".

Namun, bukan hanya sekadar disertasi biasa, teknik ini merupakan pertama dalam literatur dunia yang mengukur efektivitasvibrasi terhadap percepatan penyembuhan ulkus kaki diabetik pada Sidang terbuka promosi Doktor.

Sidang terbuka yang dilaksanakan di Gedung Pendidikan dan Laboratorium, FIK UI Depok ini diketuai oleh Dekan FIK UI Dewi Irawaty, M.A., Ph.D, dengan promotor Prof. Dra. Elly Nurachmah, D.N.S.c. Demikian seperti dikutip Okezone dalam siaran persnya, Senin (18/11/2013).

Disertasi ini berangkat dari dampak penyakit Diabetes Mellitus (DM) di mana terjadi penurunan kualitas hidup penderita DM, serta timbulnya berbagai komplikasi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah ulkus kaki diabetik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian vibrasi efektif mempercepat penyembuhan ulkus kaki diabetik diukur darilaju kesembuhan, skor penyembuhan, penutupan area luka dan kadar NO.

Apa ya Ulkus itu? Ulkus merupakan kerusakan lokal atau eksavasi permukaan organ atau jaringan yang ditimbulkan oleh terkelupasnya jaringan. Penyandang DM berisiko menderita ulkus kaki diabetik sebesar 15 persen dari pasien DM dengan ulkus di kaki mengalami komplikasi lebih lanjut bahkan membutuhkan tindakan amputasi.

Disertasi Sitti tersebut bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian vibrasi terhadap percepatan penyembuhan ulkus kaki diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain randomized clinical trial (RCT) non blinding.

Subyek penelitian merupakan pasien dengan ulkus kaki diabetik derajat 0-2 yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi, vibrasi diberikan dengan dosis tiga kali sehari dengan lama pemberian 15 menit hingga luka dinyatakan sembuh.

Penelitian ini pun berdasarkan fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat negara keenam dengan jumlah penderita DM pada usia 20 hingga 79 tahun terbanyak di dunia. Bahkan, lembaga WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada 2000 akan mencapai angka sekira 21,3 juta pada 2030.

Ditujukan kepada para Doktor UI dengan penelitian seperti ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Seperti penelitian yang dilakukan Sitti sebagai Doktor Ilmu Keperawatan diharapkan juga dapat menjadi bahan rujukan bagi uji klinis efektifitas vibrasi yang menggali mekanisme penyembuhan dari aspek kerja nitric oxide. Kemudian juga dapat digunakan sebagai rujukan uji klinis efektifitas vibrasi pada penyembuhan luka lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya