JAKARTA - Awalnya kita mengenal angka. Nol hingga sembilan. Kemudian belajar penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian hingga mengulik fungsi integral. Yup, itu semua kita dapatkan dalam pelajaran matematika.
Tetapi, tahukah kamu, apa pentingnya sih kita belajar matematika? Apalagi jika kita enggak berniat menekuni bidang yang lekat dengan angka.
Menurut Presiden Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI) Drs. Firman Syah Noor, M.Pd. ada kepentingan langsung dan kepentingan tidak langsung yang kita kejar dalam proses belajar matematika. Kepentingan langsung bersifat sangat akademis dan merupakan refleksi untuk kebutuhan jangka pendek.
"Pada kepentingan langsung ini, siswa belajar matematika sebagai bekal meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Misalnya, siswa SMA harus belajar matematika agar dapat menyelesaikan soal-soal ujian masuk ke perguruan tinggi. Ini kepentingan yang temporal, tidak terus menerus," ujar Firman kepada Okezone, Jumat (6/12/2013).
Kepentingan lainnya, kata Firman, bersifat tidak langsung dan sering dilupakan. Kita belajar matematika karena matematika adalah unsur penting dalam kehidupan. Menurut Firman, siapa pun dan menggeluti bidang apa pun butuh matematika untuk berpikir matematis, bernalar, berlogika, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, memprediksi dan mengambil keputusan.
"Kepentingan ini abadi, tidak temporal. Inilah yang harusnya dibangun; bagaimana konsep matematika menjadi solusi dalam berbagai masalah kehidupan," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)