KABUL - Seorang Polisi Wanita (Polwan) dan guru yang sedang hamil dilaporkan digantung oleh militan Taliban. Jenazah kedua korban dibuang didekat basis militer asing.
Sebelum dieksekusi, kedua korban terlebih dahulu diculik oleh milisi Taliban. Mereka tertangkap di daerah selatan Uruzgan yang terkenal sangat konservatif.
Pemerintah Afghanistan telah memastikan kedua korban tewas karena digantung. "Pemeriksaan pos mortem menunjukan kedua (korban) digantung," ujar Juru Bicara Provinsi Uruzgan Abdullah Hemat, seperti dikutip Arab Times, Jumat (20/12/2013).
Taliban diketahui mengincar para korban. Ini disebabkan para korban memang bekerja dan berhubungan dengan tentara Amerika Serikat (AS) yang masih berada di Afghanistan untuk membantu menjaga keamanan negara ini.
Tetapi dugaan mengenai keterlibatan Taliban dalam pembunuhan guru dan polwan, ditolak oleh sejumlah pihak. Mereka menegaskan kematian kedua korban dikarenakan konflik keluarga.
Sekadar informasi, kelompok konservatif Afghanistan melarang secara keras wanita untuk berkerja. Bahkan mereka tidak segan mengambil tindakan keras bagi wanita yang melanggar ketentuan tersebut.