KABUL - Presiden Afghanistan Hamid Karzai tuntut pertanggungjawaban operasi militer Amerika Serikat (AS). Karzai meyakini operasi militer tersebut telah menewaskan warga sipil.
Dijelaskan Karzai, tindakan AS yang tidak bisa diterimanya adalah serangan udara yang mengakibatkan seorang wanita dan tujuh orang bocah tewas.
Karzai menambahkan, apa yang telah dibuat AS telah menunjukkan rasa tidak hormat AS terhadap warga sipil Afghanistan. Presiden Afghanistan tersebut juga menginstruksikan pemeriksaan atas kasus ini.
Tetapi tuduhan Karzai disangkal oleh sekutu AS di Afghanistan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). NATO menyebutkan, insiden itu dipicu oleh serangan pemberontak Afghanistan.
"Pasukan wajib bertahan ketika ditembaki dari dua arah," tulis pernyataan resmi Pasukan NATO, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/1/2014).
"Tragisnya, dua warga sipil ada di dalam gedung dimana tembakan dari komandan pemberontak yang tewas berasal," tambah pernyataan tersebut.
Hubungan AS-Afghanistan tengah berada dalam kondisi buruk. Penyebabnya adalah penolakan Karzai untuk menyetujui perjanjian keamanan bilateral kedua negara.