JAKARTA - Musibah banjir dan lonsor tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di Semarang, Jawa Tengah. Warga yang menjadi korban bersusah payah untuk mendapatkan kebutuhan pangan mereka.
Mereka hanya bisa berharap uluran tangan dari warga lainnya. Salah satu warga, Laser Narindro mengatakan, banjir melanda wilayah Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur, Kelurahan Tawang di Semarang Barat serta di Kecamatan Genuk.
"Kalau tanah longsor di Kelurahan Grisik Drono, Kelurahan Kembang Arum dan Kelurahan Ngemplak Simongan di Semarang Barat," kata pria yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD Kota Semarang itu dalam pesan singkatnya, Rabu (29/1/2014).
Ketinggian banjir mencapai paha orang dewasa. Sedangkan tanah longsor menghancurkan beberapa rumah warga di sekitarnya. "Kondisinya sangat memprihatinkan," terangnya.
Melihat kondisi itu, Laser mengajak calon legislatif lainnya yakni Agus Hermanto, Yoyok Sukawi dan Swasti Aswagati untuk turun tangan memberikan bantuan. Mereka merogoh kocek sendiri demi meringankan nasib korban banjir dan longsor.
"Kita berempat patungan. Kita tidak berharap apa-apa dari pemberian bantuan ini. Kita hanya ingin meringankan beban mereka," ujar Laser.
Dari hasil patungan, menurut Laser, bisa untuk membeli 400 mie instant, 400 air mineral dan 600 roti kering. Sedangkan uang tunai yang diberikan sebesar Rp2,5 juta untuk korban tanah longsor.
"Sekarang kita masih fokus kasih bantuan ke korban longsor di Grisik Drono. Setelah ini, kita akan kumpulkan bantuan lagi untuk korban lain di beberapa titik," cetusnya.
Sementara itu, Agus Hermanto, caleg Dapil Jawa Tengah I, mengaku bersyukur bisa membantu korban tanah longsor. "Walaupun belum menyeluruh, kami mencoba meratakan bantuan untuk yang terkena banjir dan tanah longsor," ungkapnya.
Menurut Agus, bantuan itu disambut baik para korban. "Dalam hati kecil, saya juga bahagia bisa memberikan sedikit kebutuhan pangan untuk korban longsor," pungkasnya.
(Tri Kurniawan)