CANBERRA - Tindakan mata-mata Australia kepada Indonesia kembali terbongkar. Kejadian tersebut, dapat memperpanjang hubungan buruk kedua negara.
Melihat hal tersebut, pemimpin oposisi Australia Bill Shorten menghendaki restorasi hubungan negaranya dengan Indonesia berlangsung cepat.
"Dalam hal implikasi umum hubungan kita dengan Indonesia sedang merenggang dalam hal keamanan," ujar Shorten, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (17/2/2014).
"Saya khawatir dalam lima setengah bulan masa kepemimpinannya Tonny Abbott hubungan dengan Indonesia telah berubah dari dekat menjadi tidak dekat," ditambahnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan mitra penting Australia. Sehingga Pemerintah harus memutar otak agar hubungan harmonis kedua negara bisa kembali terbina.
"Saya pikir pemerintah harus melakukan apapun yang mereka bisa untuk membangun (kembali) hubungan dengan Indonesia, dan kebijakan luar negeri harus jadi prioritas," tutupnya.