SEPASANG mata menyipit mengamati dinding putih tergores cat hitam, dahi berkerut menunjukan wajah yang tengah berfikir. Sedikit sentuhan tangan, meraba untuk menghilangkan rasa penasaran akan sesuatu yang menghiasi tembok tersebut. Satu langkah bergeser mengamati gambar lainnya. Perlahan berganti ke ruangan berikut yang lebih sempit. Posisi kosong itu langsung diisi oleh tubuh lain. Berulang hingga puluhan orang.
Pemandangan tersebut layaknya kumpulan pecinta seni yang tengah menikmati pameran lukisan di sebuah galeri. Namun berbeda. Mereka bukan pecinta atau pekerja seni, mereka rakyat biasa yang awam dengan goretan penuh arti. Yang mereka pandang bukan lukisan-lukisan dalam sebuah bingkai yang terpaku di tembok bangunan, melainkan tergambar penuh secara acak di seluruh tembok bangunan setinggi sekira empat meter.
Bukan juga galeri seni mewah dengan lantai marmer mengkilap, hanya deretan ubin putih yang sedikit tergenang air dicampur lumpur sisa banjir pekan lalu. Pengap, sesak terasa di dalam bangunan berukuran 75 meter persegi itu.
Rumah milik Heriyah (45) di Jalan Cililitan Kecil I RT 03/RW 07, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur mendadak ramai dikunjungi.
Rumah tersebut kini menjelma menjadi galeri untuk rakyat menengah ke bawah. Warga penasaran ingin melihat lukisan misterius yang tergambar di seluruh tembok bangunan rumah. Lukisan abstrak dengan menggunakan cat minyak berwarna hitam itu secara tiba-tiba muncul setelah banjir yang menggenangi rumah tersebut surut.
"Tepatnya saya sekelurga baru menyadari ada lukisan itu setelah banjir surut dan lampu menyala," papar pemilik rumah saat berbincang dengan Okezone, Rabu (25/2/2014) sore.
Masih belum diketahui siapa dan apa yang melukiskan goretan indah tersebut. Jika dicermati lebih dalam, goretan misterius itu seakan bercerita. Sebuah pemandangan gunung terlihat di sudut kiri ruangan yang menurut pemilik rumah adalah ruang tamu. Gambar janin yang diperkirakan berusia empat bulan juga tergores di sudut kanan dekat dengan gambar manusia yang tengah bersetubuh. Sejuta tanya dan pendapat bermunculan. Menggunakan imajinasi masing-masing warga menyimpulkan gambar-gambar tersebut.
"Ini gambar macan, ini gambar kepala naga, di sana ada gambar janin yang lebih besar. Ada lafadz Allah, ada juga lafadz Surat Al Quran itu di pojok. Subhanallah jadi merinding," decak kagum warga yang melihat lukisan misterius itu.
Sudah dua hari lamanya, rumah Heriyah dipenuhi warga. Janda empat anak itu menceritakan awal mula dirinya menyadari ada lukisan tersebut di dalam rumahnya. Saat banjir setinggi satu meter merendam rumah pada Sabtu 22 Februari lalu, ia bersama keluarga mengungsi ke lantai atas rumahnya. Tak ada perasaan curiga juga firasat tentang lukisan tersebut. Setelah banjir perlahan surut, Minggu malam, Heriyah memutuskan membersihkan rumahnya dari lumpur yang tersisa akibat banjir. Kondisi gelap yang disebabkan aliran listrik terputus membuat Heriyah mengira coretan tersebut hanyalah lumpur menempel.
Esok harinya, Senin 24 Februari, Heriyah baru menyadari, goretan tersebut bukan lumpur yang menempel, bukan pula sampah, melainkan goretan cat minyak berwarna hitam dan memenuhi hampir seluruh tembok dalam rumahnya. "Saya kaget, astaghfirullah, ini beneran lukisan. Setelah itu, tidak tahu dari mana warga dengar berita ini langsung ramai-ramai datang. Sampai sekarang masih ramai," ungkap wanita berjilbab itu.
Tak hanya warga biasa, pejabat daerah juga mendatangi rumahnya untuk melihat fenomena luar biasa itu. Seorang pemuka agama juga menyempatkan bertandang ke rumahnya dan menjelaskan arti dari lukisan tersebut.
"Pak lurah sudah dua kali ke sini, semalam ada habib yang datang dia menjelaskan arti lukisan ini. Menurut habib ini sebuah cerita, petunjuk, pesan tentang kelakuan manusia yang sudah mulai tak beriman. Ada gambar perselingkuhan, ada janin, ada gunung yang akan hancur. Percaya tidak percaya jadinya," terangnya.
Imajinasi mistis pun memenuhi kepala pengunjung. Tapi tak semua berpendapat sama, beberapa juga berfikir rasional tentang lukisan tersebut. Bahkan pemilik rumah juga menganggap lukisan tersebut dihasilkan dari cat minyak yang terbawa air dan mengotori tembok. Maklum beberapa hari sebelum banjir, Heriyah mengecat pagar rumahnya dengan cat hitam.
"Tapi aneh juga sih, soalnya ngecat pager itu sepuluh hari lalu dan sudah kering, sisa cat juga tertutup rapat. Wallahua'lam (ucapan yang berarti hanya tuhan yang maha mengetahui)"
Sayang, galeri misterius itu tak akan lama lagi akan ditutup. Heriyah memutuskan menghapus lukisan itu untuk mengecet ulang dinding rumahnya. Rencananya pengecetan itu akan dimulai besok pagi. Heriyah khawatir dengan adanya lukisan tersebut dapat menimbulkan syirik.
"Daripada jadi musyrik, terlalu percaya dengan lukisan ini. Ada warga yang mengelupas cat tembok saya terus menyimpannya dalam dompet, saya tidak mengerti untuk apa, kalau dia buat jimat berarti itu sudah syirik," ucapnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)