SURABAYA - Keajaiban Tuhan yang mampu menyembuhkan Rienelda Christiani Ningrum. Elda. Gadis berusia empat tahun itu tergolek tak berdaya di ruang tamu rumahnya di Jalan Gresik PPI, Gang 1 Nomer 05, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Elda tak bisa seriang anak seusianya, karena dua kaki putri pertama pasangan pasangan Firdaus (30) dan Rumiati (28) itu terus membusuk. Sesekali gadis ini hanya bisa merintih dan menangis menahan sakit.
Kaki yang terus basah itu diberi alas daun agar tidak lengket dengan alas tidur serta selimut. Luka membusuk yang awalnya di bawah lutut kini terus menggerogoti dan merembet hingga ke pangkal paha.
Firdaus yang berprofesi sebagai penjual roti keliling, hanya pasrah atas musibah yang menimpa putri pertamanya itu. Jangankan untuk pengobatan Elda, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun masih kekurangan.
Penderitaan itu, bermula sekitar Desember 2013. Saat itu, gara-gara terjatuh dari sepeda, tiba-tiba kedua kaki Elda menghitam. Sempat mendapat penanganan di RSUD Dokter Soetomo, Karang Menjangan, Surabaya.
Terbentur biaya, orangtua Elda memutuskan untuk membawa pulang setelah dirawat 1 minggu di rumah sakit tersebut. Firdaus memilih menggunakan pengobatan alternatif untuk putrinya.
“Jadi perbannya dilepas bapaknya sendiri, kan sudah nggak dirawat di rumah sakit," ucap Rumiati lirih, Senin (10/3/2013).
Kini kondisi kaki terus menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Jangankan untuk berjalan, duduk saja gadis ini tak mampu. Di rumah sekecil itu, Elda tinggal bersama 14 orang sanak saudaranya.
Selain orangtua Elda, di rumah itu tinggal Kakek, Nenek, dan saudara-saudara lainnya. Kondisi yang terus memburuk itu, orang tua Elda masih percaya akan datangnya mukjizat bagi kesembuhan putri pertamanya itu.
Firdaus memang menolak putrinya untuk diamputasi lantaran luka yang terus membusuk. "Untuk sementara, Elda menjalani pengobatan alternatif di rumah dan biayanya tidak terlalu mahal," tambah Rumiati.
(Kemas Irawan Nurrachman)