Pencarian MH370, Paling Gagal Sepanjang Sejarah Penerbangan

Fajar Nugraha, Jurnalis
Senin 17 Maret 2014 12:33 WIB
Doa untuk mencari penumpang Malaysia Airlines (Foto:Reuters)
Share :

CANBERRA – Proses pencarian pesawat Malaysia Airlines masih terus berlangsung sejak pertama kali dilaporkan hilang pada 8 Maret 2014. Menurut pengamat, proses pencarian ini adalah yang paling gagal sepanjang sejarah penerbangan dunia.

Pengamat penerbangan Australia, Geoffrey Thomas, mengatakan, sayangnya pihak Malaysia tidak memberikan keterangan jelas mengenai pemancar pesawat yang dinonaktifkan secara sengaja.

"Saya kira ini adalah proses pencarian paling gagal dalam sejarah penyelidikan pesawat di dunia. Pemerintah Australia seharusnya menegaskan bahwa Pemerintah Malaysia tidak berkompeten untuk melakukan penyelidikan," ujar Thomas, seperti dikutip ABC Australia, Senin (17/3/2014).

"Pihak Malaysia butuh waktu satu pekan untuk mengumumkan bahwa pemancar pesawat dinonaktifkan secara disengaja. Padahal, informasi tersebut dikirim secara langsung dan sangat penting dalam upaya pencarian pesawat," tegasnya.

Bagi Thomas, telatnya Pemerintah Malaysia mengumumkan informasi tersebut sangat tidak bisa diterima. Menurutnya, bila informasi itu langsung dikeluarkan, bisa membuat regu pencari mencari di lokasi yang tepat tanpa harus membuang waktu dan tenaga melakukan pencarian di Laut China Selatan.

"Waktu sudah terbuang di sini. Keluarga penumpang benar-benar disiksa karena pencarian dilakukan di tempat yang salah," jelasnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Najib Razak memastikan bahwa pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 berbelok arah dengan disengaja. Razak pun mengakui bahwa sistem pemancar pesawat dan komunikasi dinonaktifkan dengan sengaja.

Pemerintah Malaysia pun membuka koridor baru fokus pencarian yang dimulai dari Kazakhstan hingga Samudera Hindia. Sementara pencarian di Laut China Selatan dihentikan.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya