JAKARTA- Anggota Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fuad Bawazier, meminta semua jenderal bisa memberikan pembelajaran politik yang baik dan bukan memperkeruh dengan melemparkan berbagai isu yang tidak mendidik bagi rakyat Indonesia.
Fuad menilai kasus penculikan aktivis yang kerap dikaitkan dengan Prabowo Subianto selalu didengungkan. Padahal, sudah jelas kalau capres nomor urut 1 itu tidak terlibat dalam perkara tersebut. "Ya para jenderal berhenti bernyanyi karena itu tidak memberikan pembelajaran politik. Kita butuh edukasi politik," katanya, di Rumah Polonia, Jalan Cipinang-Cempedak, Jakarta Timur, Senin (23/6/2014).
Fuad memahami kalau TNI merupakan benteng terakhir yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Bila kondisinya pecah seperti ini tentu keadaan bakal semakin memprihatinkan. Pasalnya, TNI berbeda dengan jabatan pemerintahan. Misalnya, seorang menteri memberi instruksi kepada gubernur atau bupati, bisa saja mereka di daerah tidak menjalankannya. Berbeda dengan TNI yang satu suara.
"Tapi bagus, kemarin Panglima TNI Moeldoko tegas untuk menjaga kekompakan," jelas Dewan Pakar Prabowo-Hatta ini.
Hal itu terutama dalam persoalan Babinsa yang disebut melakukan mobilisasi massa terhadap salah satu pasangan calon. Maka, tindakan untuk memecah TNI sebaiknya tidak dilakukan.
"Berhentilah menzalimi Pak Prabowo sebagai orang yang berjasa. Itu tidak sehat untuk demokrasi kita," pungkasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)