KHAN YOUNIS - Gencatan 12 jam antara Israel dan Hamas sudah berakhir, tetapi Israel sempat melancarkan serangan sebelum gencatan senjata. Serangan itu dilaporkan menewaskan satu keluarga berisi 18 orang.
"Sesaat sebelum gencatan dilakukan, satu keluarga dengan 18 jiwa dilaporkan tewas. Ini termasuk lima orang anak-anak yang turut tewas, dalam serangan di Kota Khan Younis," ujar tim medis, seperti dikutip Reuters, Minggu (27/7/2014).
Saat ini Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata hingga 24 jam. Namun Hamas menolak perpanjangan tersebut dan menyebutkan Israel harus membuka kembali blokade terhadap Gaza.
Israel pun memastikan, meskipun gencatan senjata berlangsung militernya akan tetapi mencari terowongan rahasia yang digunakan oleh pejuang Gaza.
Diplomat-diplomat Barat pun terus berupaya keras agar kedua belah pihak bisa menghentikan serangannya. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry meninggalkan Kairo, Mesir dan mengupayakan serangan pembicaraan dengan Menlu Prancis, Italia, Inggris, Jerman, Turki dan Qatar.
"Kami semua mendesak semua pihak untuk memperpanjang gencatan senjata atas dasar memberikan bantuan kemanusiaan," tutur Menlu Prancis Laurent Fabius.
Namun sepertinya hal tersebut dilakukan, mengingat menolak perpanjangan gencatan senjata. Dikhawatirkan pertempuran antara Hamas dan Israel akan kembali berlanjut.
(Fajar Nugraha)