NEW YORK – Polisi mengatakan adik dari tersangka bom maraton di Boston, Rabu kemarin, telah menyerahkan diri. Hal itu dilakukan karena dia mendapatkan ancaman dari seorang tidak dikenal lewat sebuah telefon.
Perempuan yang itu bernama Ailina Tsarnaeva. Tsarnaeva dicurigai ikut membuat bom tersebut. Perempuan 24 tahun itu telah menyerahkan diri ke polisi, demikian kata pihak Kepolisian New York City.
Seorang sumber mengatakan kepada CBS New York, Kamis (28/8/2014), Tsarnaeva menyerahkan diri setelah mendapatkan sebuah ancaman yang berbunyi, “Saya tahu orang-orang yang dapat menempatkan bom pada Anda.”
Seperti diketahui, kakak-kakaknya menjadi pelaku pemboman maraton di Boston pada 15 April 2013. Ketika dua buah bom meledak di dekat garis finis ajang tersebut. Serangan tersebut telah membunuh tiga orang dan melukai 264 orang.
Kakak tertuanya Tamerlan Tsarnaev, 26, telah terbunuh dalam penembkan polisi pada 19 April. Sedangkan Dzhokar Tsarnaev kemudian ditangkap di halaman belakang sebuah rumah di pinggiran Kota Boston.
Saat ini, pria yang baru 21 tahun saat serangan itu terjadi sedang menunggu sidang pada November atas tuduhan terorisme. (hmr)
(Rani Hardjanti)