JAKARTA - Penggemar buku pasti tahu cerita "Lupus". Novel tentang kehidupan remaja Ibu Kota bernama Lupus ini kondang di era 90-an.
Salah satu tokohnya, Boim Lebon, adalah teman sekolah si penulis, Hilman Hariwijaya. Kini, Boim menekuni profesi sebagai penulis dan produser di sebuah televisi swasta.
Di hadapan para calon penulis anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Jakarta, Boim membocorkan rahasia sukses kisah Lupus. Menurut Boim, Hilman dapat membuat cerita dengan penokohan kuat dan alur menarik dengan memerhatikan tingkah laku orang di sekelilingnya.
"Hilman suka memerhatikan karakter teman-teman sekolahnya. Termasuk saya ini, menjadi objek yang kemudian mengilhaminya membuat cerita Lupus bersama kawan-kawan," kata Boim, seperti dinukil dari keterangan tertulis FLP kepada Okezone, Rabu (10/9/2014).
Selain memperhatikan lingkungan sekitar, ada lagi kunci sukses dalam menulis. Seorang penulis, imbuh Boim, juga harus rajin ngobrol dengan banyak orang di mana pun dan kapan pun.
"Hasil 'wawancara' itu bisa jadi sumber tulisan yang sangat berharga," tuturnya.
Para anggota FLP yang baru dilantik itu sendiri sebelumnya menjalani pelatihan kepenulisan. Mereka mendapat materi dari para penulis kenamaan seperti Pipiet Senja, Iva Afianty dan Sakti Wibowo yang turut berbagi cerita kreatif dalam menulis.
Sebagai informasi, banyak penulis tenar lahir dari organisasi pengaderan penulis yang lahir pada 1997 ini. Di antara mereka adalah Habiburrahman el-Shirazy dan Helvy Tiana Rosa.
(Rifa Nadia Nurfuadah)