JAKARTA - Sarno (50), akhirnya buka suara alasan dirinya tega menusuk Daryanti hingga tewas di Jalan Garuda, Gang Laler, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (15/9/2014) dini hari.
Ditemui di Mapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Sarno mengaku sudah menjalani hubungan dengan korban selama tiga tahun. Namun tiga bulan terakhir, korban mendadak hilang tanpa kabar, hal itu menjadi pertanyaan besar dibenak Sarno.
"Saya sudah jalan (pacaran) selama tiga tahun, tapi tiga bulan lalu tidak ada kabar," ujar Sarno dari balik jeruji Mapolsek Kemayoran, Senin (15/9/2014).
Saat dia menemukan keberadaan korban, didapati korban tengah asyik bermesraan dengan pria lain di kawasan Gang Laler dimana korban tinggal sekaligus bekerja. "Korban sering jalan (kencan) sama laki-laki lain selain saya," keluhnya.
Melihat sang kekasih gelap sedang bermesraan dengan pria hidung belang lain, tanpa basa basi dia langsung menikam korban hingga tewas di tempat karena kehabisan darah.
Tak hanya itu, dia mengaku sering memberikan uang kepada korban sebagai bentuk tanda cintanya. "Yanti (Daryanti) sering bilang tidak punya uang, saya kasih uang sebesar Rp3,5 juta," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu teman korban, Tata membantah Sarno memiliki hubungan spesial dengan Yanti. Sarno sering ditolak mentah-mentah cintanya oleh korban.
Tak terima cintanya ditolak, Sarno selalu berlaku kasar dan sering mengancamnya. "Dia (Daryanti) itu enggak cinta sama Sarno, sering ditolak (cintanya)," ketus Tata.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Suyud mengatakan akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan kasus tersebut. "Kita akan dalami terus," tutup Suyud.
Akibat perbuatannya, pria yang diketahui juragan bengkel motor itu akan dijerat Pasal 338 sub 351 ayat 3 tentang pembunuhan, penganiayaan hingga menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
(Susi Fatimah)