Hingga akhirnya, pada tanggal 22 Oktober muncul resolusi jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari. Dari sini terlihat bagaimana sosok KH Wahab Chasbullah yang menghormati seniornya. Hingga yang membuat legitimasi adalah orang yang dituakan.
Saat itu, KH Hasyim Asy'ari adalah simbol umat Islam di Indonesia. Salah satu butir dari resolusi jihad adalah mewajibkan masyarakat untuk angkat senjata dari radius 94 Kilometer dari kota Surabaya.
Imbas resolusi jihad ini menumbuhkan semangat bela negara di kalangan masyarakat. Warga sipil dengan persentaan ala kadarnya berbondong-bondong berangkat ke Surabaya untuk berperang. Sementara di perjalanan, warga yang tidak ikut berperang memberikan logistik kepada para pejuang ini.
Resolusi jihad ini keluar juga kondisi politik bangsa Indonesia saat ini. Pemerintah pusat mendapatkan tekanan dari dunia international terkiat Belanda dan Sekutu ingin berkuasa kembali di Indonesia. Hingga akhirnya Presiden Soekarno mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Surabaya.