Ini Awal Kedekatan Hendropriyono dengan Jokowi

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Senin 29 Desember 2014 08:13 WIB
AM Hendropriyono (foto: Arif Julianto/Okezone)
Share :

JAKARTA – Medio Agustus, nama AM Hendropriyono, mendadak jadi perbincangan hangat. Dia jadi perbincangan lantaran wajah dan namanya menghiasi halaman media massa nasional.
 

Tanggal 9 Agustus 2014, Hendropriyono secara resmi ditunjuk Joko Widodo sebagai penasihat Rumah Transisi setelah bertemu Jokowi di rumah yang beralamat di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Tak hanya dirinya, Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, dan Luhut Panjaitan juga ikut ditunjuk jadi penasihat.

Tapi, beberapa hari kemudian, nama Hendropriyono mendadak menjadi sasaran kritik dari kelompok lembaga swadaya masyarakat yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia (HAM) karena diduga terlibat pelanggaran HAM Talangsari. Dari penunjukan tersebut, Hendropriyono, dianggap berpengaruh terhadap keputusan-keputusan Jokowi. Bahkan, namanya sering disebut sebagai calon kuat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang pernah ada di era SBY.

Kekuatan pengaruh Hendropriyono terhadap Jokowi seolah mendapatkan pembenaran setelah menantunya, Andika Perkasa, naik pangkat menjadi Mayor Jenderal, setelah diangkat sebagai Komandan Paspamres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Lalu seperti apa kedekatan Hendropriyono dengan eks Gubernur DKI Jakarta itu?. Eks Menteri Transmigrasi di era Kabinet Reformasi itu pun mengaku awal kedekatannya justru karena proyek dirinya ditolak Jokowi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Hendro bercerita saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo dia pernah datang ke kota tersebut. Kemudian, dia melihat ada lahan kosong milik pemerintah kota. Melihat itu, dia memiliki ide untuk membuat sebuah Plasa. Tapi, bukannya mendapat kemudahan, dirinya malah mendapatkan kesulitan dari kebijakan Jokowi. Saat itu Jokowi menghentikan izin pembuatan mall atau plasa.

“Hitungannya (bisnis) enggak masuk, saya tidak dapat untung karena kebijakan yang ada. Saya pikir dia (Jokowi) bener nih. Jadi saya simpati. Tapi saya enggak ketemu (Jokowi)," terangnya.

Bukannya memusuhi Jokowi, eks Kepala BIN itu justru menjadi penasaran. Dia pun baru memerhatikan Jokowi secara detil saat pria kurus itu mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta tahun 2012 berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Di situlah pertama kali dia bertatap muka.

"Ketika dia mau masuk jadi Gubernur DKI, baru saya ketemu. Baru dua tahun ini," kata Hendro.

Sebagai politisi senior yang pernah masuk kabinet dari era Soeharto, Hendro juga mengaku tak pernah memberikan nasihat atau wejangan kepada Jokowi. Dia mengaku hanya diskusi dan sharing saja. “Saya membatasi diri," ujarnya.

AM Hendropriyono (foto: Arif Julianto/Okezone)

Hendro pun langsung 'jatuh hati' dan membantu Jokowi berkampanye. Dia jatuh hati, karena dia melihat ada sosok figur yang tidak berasal dari kalangan elit tapi mendapat dukungan luas masyarakat.

“Saya liat figur baru muncul dan rakyat kecil suka. Kita cuma bekas tentara, orang terkenal sebagai figur publik. Rakyat yang kecil-kecil ini, tukang asongan, tukang mebel, saya lihat bagus juga. Dan dia diakui sebagai Wali Kota terbaik dunia, saya dukung (Jokowi) tanpa pamrih,” ujar Hendro.

Saat ditanya dirinya tidak masuk kabinet, Hendropriyono sadar diri bahwa dirinya tak lagi muda dan banyak orang yang lebih muda. Kalau jadi wanntimpres Pak?.

"Enggak usah lah (jadi Wantimpres),” tutup Hendro.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya