Potongan mayat tersebut langsung dibawa tim gabungan dari Polri, Basarnas, PMI dan Warga se tempat ke Rumah Sakit Umum Majene. Selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulselbar sebelum diterbangkan ke Posko Induk evakuasi korban AirAsia di Surabaya, Jawa Timur.
Kepala BPBD Majene, Mansyur T, mengatakan, dengan penemuan potongan mayat di Desa Tubo, maka sudah ada enam jenazah yang berhasil ditemukan di perairan Majene, selama empat hari terakhir.
Dia berharap penemuan proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas membuahkan hasil. Meskipun, enam total jenazah yang ditemukan merupakan penemuan masyarakat.
“Ya, kami minta kerja sama masyarakat dalam proses pencarian jenazah korban AirAsia. Karena, bukan tidak mungkin masih ada lagi jenazah yang terdampar ke perairan Majene ini,” tuturnya.
Menurut Mansyur, kemungkinan masih akan ditemukannya korban AirAsia yang terseret ke perairan Majene sangat besar. Karena, terbukti dengan ditemukannya enam jenazah dalam lima hari terakhir. Apalagi, memang masih banyak korban pesawat itu yang belum ditemukan.