Luapan Sungai Bengawan Solo Genangi Rumah Wali Kota

Bramantyo, Jurnalis
Jum'at 20 Februari 2015 14:41 WIB
Luapan Sungai Bengawan Solo Genangi Rumah Wali Kota (Foto: Bramantyo/Okezone)
Share :

SOLO - Banjir yang menggenangi rumah pribadi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di wilayah Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, sudah surut. Luapan air dari Sungai Bengawan Solo di depan kediaman mantan partner Presiden Joko Widodo ini telah surut, namun di sisi rumah belum juga surut.

Pantauan Okezone, dua mobil penyedot air milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo dikerahkan untuk menyedot air dari kawasan perumahaan Wali Kota Solo ini. Saat banjir menggenangi wilayahnya, Rudy sendiri tidak berada di Solo, namun tengah di Jakarta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan, diserahkannya dua unit mobil penyedot air bukan karena yang kebanjiran kediaman pribadi Wali Kota saja. Namun sejak semalam, pihaknya pun mengerahkan mobil penyedot air ini untuk sejumlah wilayah di Kota Solo yang kebanjiran.

"Ini bukan kita mengistimewakan kediaman Pak Wali lho ya. Kita pun juga mengerahkan mobil penyedot air untuk beberapa titik di Kota Solo yang kebanjiran," papar Gatot saat ditemui Okezone, di depan kediaman pribadi Rudy, wilayah Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2015).

Menurut Gatot, dari pemantauan pihak BPBD, luapan air sungai Bengawan Solo menggenangi tujuh wilayah di Kota Solo. Seperti di wilayah Kampung Sewu, banjir menimpa empat RT, yaitu RT 01/01, 01/02, 02/02, 03/02. Banjir ini memaksa 102 kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Pasalnya, banjir di daerah tersebut mencapai 20 sentimeter (cm) hingga 1 meter.

Selain Kampung Sewu, banjir pun menimpa daerah Pucangsawit. Warga di RT 01 dan 02 RW 09 dan RT 02, 03, 04 RW 11 sebanyak 65 kepala keluarga juga mengungsi. Sebab, ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 50-75 cm.

Kemudian di Jebres, lima RT di antaranya RT 04/36, 01/19, 06/20, 01/21, 04/21, dan 05/21 yang menyebabkan 147 kepala keluarga juga mengungsi. Hal itu dikarenakan di lokasi tersebut ketinggian air mencapai 1 meter.

Selanjutnya di daerah Semanggi, warga yang tinggal di RT 02/21, 03/21, 07/05, 04/04, 01/04, 04/22, 05/17. Sebanyak 141 kepala keluarga pun harus mengungsi.

Kemudian di Gandekan sebanyak 16 kepala keluarga, Kedung Lumbu sebanyak 20 kepala keluarga, Joyotakan tiga kepala keluarga, dan Sangkrah sebanyak 199 kepala Keluarga yang harus mengungsi.

"Sehingga, total warga yang telah mengungsi karena daerahnya kebanjiran mencapai 743 kepala keluarga atau 3 ribu jiwa," pungkasnya.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya