“Kami mengincar kemenangan, tapi operasi ini jelas tidak mudah,” sambung salah satu petugas itu, seperti diberitakan AFP, Selasa (3/3/2015).
Operasi untuk merebut wilayah Tikrit sudah dilakukan sejak Senin 2 Maret 2015, beberapa saat setelah mendapat perizinan dari Perdana Menteri Haider al Abadi. Sumber militer juga menyatakan serangan melibatkan pesawat tempur.
(Hendra Mujiraharja)