JAKARTA - Kehebohan Wina Lia yang menjual rumah sekaligus mau diperistri menuai berbagai reaksi masyarakat. Lebih-lebih, sensasi itu juga disoroti media-media asing. Terakhir, janda beranak dua dan satu cucu itu bahkan ikut ‘ngartis’ sebagai imbasnya.
Sayangnya hal itu dikritisi Psikolog Universitas Indonesia (UI), Diennaryati Tjokrosuprihartono. Menurutnya, cara perempuan berusia 40 tahun yang mulai disebut "Rondo Kempling" itu bukan cara yang tepat jika murni ingin menguangkan rumahnya.
“Soal sensasi Wina itu sebenarnya saya tak terlalu mengikuti, tapi saya lihat itu cara (sensasi) dia saja untuk cari suami,” tutur Diennaryati kepada Okezone via telefon.
Seperti yang beredar saat ini, stigma negatif di masyarakat dan tentunya di negara lain soal perempuan Indonesia dari pemberitaan asing, mulai bermunculan.
“Saya kira perihal sensasi itu tidak serta-merta mewakili citra perempuan di Indonesia,” lanjutnya singkat.
Kabar terakhir, sudah ada beberapa calon pembeli potensial soal rumahnya, mulai dari beberapa hartawan Arab Saudi, Malaysia, hingga Amerika Serikat. Rumahnya yang dibanderol Rp999.000.000,- bahkan sudah ada yang menawar hingga Rp3 miliar.
(Randy Wirayudha)