Dalam akun twitternya, putra mantan Presiden Soeharto itu menyampaikan teguran keras kepada Yorrys Raweyai yang menggunakan cara kasar atas konflik internal Partai Golkar.
"Tindakan palang pintu, atau lebih jelasnya pengambil alihan paksa sekretariat fraksi (Golkar) sebelum ada keputusan jelas yang dilakukan AL (Agung Laksono) Cs. Lebih terlihat seperti penguasaan paksa dalam permainan perang-perangan sekumpulan anak sekolah dasar," tulis Tommy di akun Twitter-nya @HutomoMP_9
Dia mengecam tindakan yang dilakukan Ketua Umum AMPG Yorrys Raweyai saat mengomandoi perebutan Fraksi Partai Golkar di bawah kendali Ical. "Selama ini Anda saya anggap teman, tapi lebih pantas dianggap pecundang," tegasnya.
Dia menilai, perilaku Yorrys tak ubahnya seperti anak kecil yang mengikuti senior-seniornya belajar tawuran. "Belajar mengikuti kakak-kakaknya yang lebih dulu memiliki mental tawuran. Mental memang doyan tawuran, namun selalu berusaha tampil di belakang saat bertemu lawan," paparnya. (Sindonews)
(Susi Fatimah)