Putri Anwar Ibrahim Minta Bantuan Kebebasan ke Indonesia

Ahlan Farki, Jurnalis
Sabtu 04 April 2015 16:34 WIB
Nurul Izzah Anwar ke Indonesia untuk minta bantuan demokrasi (Foto: Ahlan Farki/Okezone)
Share :

JAKARTA - Nurul Izzah, putri sulung tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim yang juga salah satu anggota Partai Keadilan Rakyat Malaysia, mengunjungi kantor Komisi Anti Kekerasan dan Orang Hilang (KontraS) untuk meminta dukungan dari Indonesia dalam memperjuangkan perjuangan Demokrasi di negaranya yang dianggapnya masih otoriter.

Nurul Izzah sendiri sempat ditahan pemerintah Malaysia, akibat tuduhan penghasutan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

"Kita tahu bahwa Malaysia memiliki defisit demokrasi dan mengarah menuju kebangkrutan demokrasi. Kedatangan ke Indonesia untuk konsolidasi dengan LSM, aktivis, untuk memperjuangkan demokrasi secara global," kata Nurul Izzah, di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2015)

Mantan istri keluarga Kerajaan Johor, Raja Ahmad Shahrir itu mengatakan, pemerintah Malaysia membungkam dan memenjarakan orang-orang yang berbeda pendapat dengan penguasa, hampir semua anggota parlemen yang ditahan dari koalisi oposisi,

"Itulah mengapa saya merasa rakyat Malaysia harus bangun untuk melawan pemerintah yang otoriter," tegas janda dua anak tersebut.

Nurul Izzah Anwar menambahkan, ditahannya sang ayah, Anwar Ibrahim, hanya sebagai simbol, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif dalam gerakan yang dinamakan March to Freedom, gerakan global untuk semangat kemanusiaan, kebebasan dan demokrasi.

Salah satu caranya dengan menandatangani petisi lewat situs, www.change.org, perihal permintaan bebaskan mereka atau bebaskan Nurul Izzah. "Ini kesempatan yang bagus untuk melawan pemerintahan Malaysia," lugasnya.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya