KUALA LUMPUR – Sejak setahun lalu Malaysia Airlines MH370 dinyatakan jatuh, hingga kini tidak ada tanda-tanda pesawat nahas tersebut ditemukan. Pejabat dari Australia, China, dan Malaysia pun menyatakan akan memperluas area pencarian MH370 hingga dua kali lipat jika puing pesawat tidak ditemukan di area pencarian saat ini.
Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai, Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss, dan Menteri Transportasi China Yang Chuantang berjanji akan memperluas area pencarian jika dirasa perlu.
“Jika puing pesawat tidak ditemukan di area pencarian saat ini, kementerian kami setuju untuk memperpanjang pencarian sejauh 60.000 kilometer persegi (km2). Total area pencarian akan menjadi 120.000 km2, dan menutupi seluruh area dengan kemungkinan tertinggi seperti yang diidentifikasi oleh para peneliti,” demikian pernyataan gabungan dari ketiga pejabat tinggi tersebut, seperti dilansir Reuters, Kamis (16/4/2015).
Jumlah area pencarian MH370 yang baru akan mencapai 95 persen dari jalur penerbangan pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing itu. Biaya pencarian juga diperkirakan bertambah menjadi USD38,74 juta atau sekira Rp487 miliar. Biaya ini akan ditanggung oleh Malaysia dan Australia.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 dinyatakan hilang pada Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 239 penumpang. Sebagian besar penumpang merupakan warga negara China.
Ini menjadi musibah pertama Malaysia Airlines pada 2014. Beberapa bulan setelah menghilangnya MH370, Pesawat Malaysia Airlines lainnya yakni MH17 ditembak jatuh di Ukraina dan menewaskan seluruh penumpangnya.
(Hendra Mujiraharja)