Pengamat Nilai Megawati Dijadikan "Kambing Hitam"

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 18 April 2015 01:17 WIB
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Pengamat politik, Igor Dirgantara menilai Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pihak yang memiliki kewenangan lebih untuk “menyetir” Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang selama ini disebut-sebut sebagai aktor yang menjadikan Presiden Jokowi sebagai “boneka”.

Igor menjelaskan, kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi, seperti penandatanganan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 mengenai tunjangan uang muka mobil pejabat negara yang kemudian dicabut kembali bukan atas dorongan Megawati.

"Otoritas LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) bisa melebihi kekuasaan wakil presiden dan para menteri koordinator. Posisi kepala staf kepresidenan bisa memegang "the power behind the throne"," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/4/2015).

Bukan hanya itu, sambung Direktur Survei & Polling Indonesia (SPIN) itu, mengenai terbitnya Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015 tentang kantor staf kepresidenan yang menimbulkan polemik juga bukan keinginan Megawati.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya