BOSTON – Keluarga korban “Bom Boston” meminta kepada hakim untuk tidak memberi hukuman mati kepada sang pelaku.
Dalam sebuah pernyataan di halaman depan Boston Globe, bernama Bill dan Denise Richard meminta untuk tidak menghukum mati pelaku Bom Boston yakni Dzhokhar Tsarnaev. Orangtua korban Bom Boston itu meminta hakim menukarnya dengan penjara seumur hidup.
Persidangan kedua pelaku Bom Boston akan berlangsung mulai Selasa 23 April 2015. Pada persidangan pertama, juri menyatakan pelaku Bom Boston bersalah dalam tragedi 2013 itu yang menyebabkan seorang bocah bernama Martin Richard tewas.