"Benar-benar atas pertimbangan yang matang dan hasil penilaian Presiden terhadap kinerja para menterinya, dengan tidak mengabaikan masukan dari seluruh stakeholder terlebih dari Wapres selaku pembantu utama dan KIH sebagai gabungan partai pengusung," ungkapnya.
Anggota Komisi V DPR itu juga mengingatkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk berhati-hati atas isu reshuffle tersebut, yang bisa saja digulirkan oleh orang-orang yang ingin jadi "penumpang baru" dalam kabinet.
"Jangan sampai karena ingin mengangkut penumpang baru lalu penumpang lama ditinggal di pelabuhan tempat kapal bersinggah. Ini belum sampai tujuan dan baru saja berlayar. Jangan tergoda oleh (calon) awak kapal yang baru, yang menjanjikan kemampuan tapi belum jelas seperti apa kemampuannya," simpul Miryam.
(Susi Fatimah)