"Selama persoalan ekonomi masih terjadi, penggunanya juga ada. Itu akan tetap terjadi. Belajar dari kasus Kramat Tunggak dan Dolly yang ditutup, kan tidak menyelesaikan masalah," imbuhnya.
Sementara itu, razia yang selama ini dilakukan juga cenderung mengekspos para perempuan yang tak lain hanyalah korban.
"Bagaimana konsep pembinaannya? Seperti sudah ditangkap, lalu entah dibawa kemana," pungkasnya.
(Arief Setyadi )