"Mas Tommy usul diadakan munas gabungan, dari segi usulan sudah sesuai dengan dewan pertimbangan (Wantim) partai juga. Wantim dari Munas Riau punya saran agar menyelesaikan masalah Golkar langkah paling tepat dan secara organisasi bisa dipertanggungjawabkan secara kuat, yaitu melalui Munas islah atau Munas gabungan," imbuhnya.
Akbar mengaku khawatir melihat kondisi Partai Golkar saat ini. Hal itu karena ketua umum kedua kubu masih menginginkan adanya penyelesaian permasalahan melalui jalur hukum. Sehingga beresiko dapat menganggu jalannya Pilkada serentak Partai Golkar.
"Saya dengar Agung dan Ical tidak mau Munas bersama, ya sudah proses hukum karena dalam waktu dua minggu saya kira selesai. Jadi saya ikuti saja tapi kami khawatir betul apakah Golkar nanti bisa ikut pemilukada karena tanggal 26 Juli harus sudah punya calon. Sebentar lagi Mei, jadi waktu hanya tinggal dua bulan. Mudah-mudahan saja dalam waktu dua bulan bisa selesai. Tapi tentu harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Bagaimana kita menempatkan partai menjadi kepentingan utama," tandasnya.
(Susi Fatimah)