Diakui Tommy, dirinya bersedia untuk memimpin Golkar. Sehingga, perpecahan yang terjadi dalam partai berlambang pohon beringin ini bisa diminimalisir.
"Saya siap memimpin dan menyatukan kembali elemen-elemen yang terpecah dalam tubuh Partai Golkar. Membesarkan (partai) bukan berarti harus menguasai, camkan," tegas Tommy.
"Mari bicara apa adanya demi partai, tidak perlu gengsi tidak perlu tinggi hati. Tidak ada yang sulit jika kita mau bicara apa adanya," pungkasnya. (Sindonews)
(Susi Fatimah)