Kasus Rasial di Israel Lukai Warga Ethiopia

Hendra Mujiraharja, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2015 05:30 WIB
Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: Reuters)
Share :

YERUSALEM – Presiden Reuven Rivlin mengatakan Pemerintah Israel membuat kesalahan dengan mengabaikan isu populasi Ethiopia di negara itu.

Aksi protes sedang terjadi di Israel pada Minggu 3 April malam waktu setempat. Kasus rasial itu bermula dari beredarnya video yang menunjukkan kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Dalam video tersebut, Polisi Israel melakukan kekerasan kepada seorang Yahudi berkulit hitam yang merupakan seorang tentara.

“Merupakan sebuah luka dari sebuah komunitas yang sedang menangis karena mengalami diskriminasi dan rasial. Kami harus menghadapi permasalahan ini secara langsung,” kata Rivlin seperti dikutip AFP, Selasa (5/5/2015).

Saat ini, warga Israel keturunan Ethiopia berjumlah 135.500 dari 8 juta jiwa penduduk warga Israel. Mereka mengeluhkan sering diperlakukan diskriminasi dari Pemerintah Israel dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.

“Kami membuat sebuah kesalahan. Kami tidak melihat dan kami tidak mendengar cukup baik,” sambung orang nomor satu di Israel itu.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyuhu sudah bertemu dengan korban rasial itu. Dia sangat sulit karena tentara bernama Damas Pakedeh itu tidak mau melanjutkan permasalahan ini.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya