JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, berencana akan membuat lembaga permasyarakatan (Lapas) khusus bagi para bandar narkoba.
Namun, pembangunan tersebut masih terganjal oleh anggaran biaya untuk pengadaan alat-alat khusus di dalam Lapas tersebut. Sehingga Yasonna meminta kepada pihak yang berwenang mengenai anggaran untuk segera menganggarkan dana tersebut.
"Tentu perlu ada biaya tambahan untuk CCTV, untuk pengamanan, x ray. Sementara, belum ada x ray, kita nanti pakai anjing pelacak lah," ujar Yasonna di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut berharap, pembangunan Lapas khusus bandar narkoba tersebut bisa selesai di 2015.
"Kita harapkan (selesai tahun 2015). Kita usahakan (pembangunannya Lapas) bertahap," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam rapat bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri, Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly menegaskan, akan membentuk Lapas khusus bagi bandar narkoba kelas kakap.
Menurut Yasona, pihaknya tidak perlu membangun Lapas baru untuk membentuk Lapas khusus tersebut melainkan memanfaatkan Lapas yang ada. Tinggal mengubah sistem keamanannya saja.
(Arief Setyadi )