BOSTON – Persidangan terhadap pelaku pengeboman Boston Marathon terus berlanjut. Puluhan saksi mata dan pengacara mengatakan pelaku sudah menyesali perbuatannya.
Insiden di Boston Marathon pada April 2013 membuat Dzhokhar Tsarnaev terancam hukuman mati. Meski demikian, 40 saksi mata membela Tsarnaev, termasuk advokat anti-hukuman mati, Helen Prejean.
Pada Senin 11 Mei 2015, Prejean mengatakan Tsarnaev telah meminta maaf terhadap korban pengeboman. “Tidak ada yang pantas menderita seperti mereka,” ungkapnya, seperti diberitakan BBC, Selasa (12/5/2015).
Insiden pengeboman itu membunuh tiga orang dan melukai 260 lainnya. Prejean mengatakan Tsarnaev sudah menyatakan penyesalan mengenai insiden pengeboman itu. Jaksa Penuntut meminta agar Prejean tidak menjadi saksi, tapi hakim menolaknya.
Kini, Jaksa Penuntut akan memanggil saksi dari pihak pelaku. Kedua belah pihak akan memberikan argumentasi penutup sebelum juri memutuskan nasib Tsarnaev.
src="https://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMy8wNi8xMC81OTc3MS80MDk2NjI5MTYzMDAx" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive">
(Hendra Mujiraharja)