Obama merasa terbebani dengan krisis dan kematian yang terjadi di Suriah. Meski memilukan, Obama tidak mampu menyelesaikan konflik Suriah karena masalahnya terlampau rumit.
"Perang saudara di Suriah muncul karena keluhan-keluhan lama, dan keluhan itu tidak dipicu AS. Maka itu, perang ini bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan oleh AS," ujar dia.
Awal pekan ini Obama mengadakan pertemuan dengan pemimpin negara-negara Teluk di Camp David, Maryland, AS. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas konflik Suriah dan isu lain seperti kemampuan nuklir Iran.
Obama mengeluh soal anggapan publik mengenai kemampuan AS dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah. Menurut dia, masyarakat Timur Tengah sering berasumsi ada konspirasi di balik konflik yang terjadi. Mereka menganggap AS sebagai penyebab semua itu.
"Salah satu yang saya sampaikan dalam pertemuan itu, dan saya mengatakan secara terang-terangan, adalah sering kali masyarakat di Timur Tengah mengaitkan segala sesuatu dengan AS," kata dia.
Sejak 2015, perang sipil di Suriah muncul karena konflik antara kelompok pemberontak dan rezim penguasa Presiden Bashar al Assad. Kelompok ekstremis yang ikut terlibat antara lain kelompok militan ISIS dan kelompok Nusra Front.
(Pamela Sarnia)