Putin Umumkan Diakhirinya Operasi Tempur Skala Besar Rusia di Suriah

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 04 Oktober 2019 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 04 18 2113010 putin-umumkan-diakhirinya-operasi-tempur-skala-besar-rusia-di-suriah-iC6dWjlnkQ.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa operasi tempur skala besar di Suriah telah berakhir. Putin menekankan pentingnya penyelesaian politik untuk menyelesaikan krisis di negara itu.

"Memang, operasi tempur skala besar telah berakhir tetapi tidak mungkin untuk mencapai solusi akhir melalui kegiatan militer, apa pun hasil yang mereka dapat hasilkan. Jadi, hari ini saatnya untuk penyelesaian politik dan inilah yang terus kami lakukan," katanya sebagaimana dilansir Asharq Al-Awsat.

BACA JUGA: Dukung Penarikan Pasukan Amerika, Putin: Mereka Hambat Perdamaian di Suriah

Konfirmasi itu disampaikan Putin di sesi pleno terakhir dari pertemuan ke-16 dari Valdai International Discussion Club, di Moskow pada Kamis. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah kepala negara termasuk Raja Yordania Abdullah II Ibn Al Hussein, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Dia mengatakan sebagian besar wilayah Suriah telah dibebaskan dari teroris dalam beberapa tahun terakhir dan tingkat kekerasan di negara itu telah menurun secara drastis. Putin menambahkan bahwa Rusia telah melakukan banyak hal untuk membentuk komite konstitusi di Suriah.

Sementara itu, secara terpisah, ketegangan kembali terjadi antara Washington dan Ankara mengenai pembentukan zona aman di timur laut Suriah dan kemungkinan bahwa Ankara melancarkan operasi militer di timur Sungai Eufrat.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak tulus dalam bekerja sama di wilayah timur laut Suriah.

“Kami pikir proses berkelanjutan dengan Amerika Serikat ini tidak akan membawa kami ke titik yang kami inginkan. Informasi yang berasal dari lapangan membuktikan ini, ”kata Cavusoglu kepada televisi Turki pada Rabu.

BACA JUGA: Rusia Kirim Sistem Pertahanan Canggih S-300 dan 49 Perlengkapan Militer untuk Suriah

Dia menambahkan bahwa negaranya harus mengambil langkah-langkah untuk membersihkan organisasi teroris dari wilayah itu dan mengembalikan pengungsi ke sana.

Wall Street Journal, mengutip sumber AS melaporkan pada Kamis mengatakan bahwa para pejabat AS semakin khawatir bahwa Turki akan segera melakukan serangan besar ke utara Suriah dan memicu bentrokan dengan pejuang Kurdi yang didukung AS. Tindakan itu kemungkinan akan mendorong Washington untuk memindahkan pasukan AS dari Suriah untuk menghindari konflik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini