MANILA – Badan PBB untuk masalah pengungsi (UNHCR) mengatakan ribuan imigran Rohingya masih terombang-ambing di tengah lautan.
UNHCR juga meminta bantuan senilai USD26 juta (Rp338 miliar) untuk melakukan operasi penyelamatan terhadap etnis Rohingya yang harus meninggalkan Myanmar karena perlakuan diskriminasi.
“Setiap jam menjadi saat yang sangat menakutkan bagi etnis Rohingya, ancaman tinggi gelombang menyebabkan mereka bisa tersesat,” ujar Juru Bicara UNHCR kawasan Asia Tenggara, Bernard Kerblat, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (27/5/2015).