Perempuan Rohingya Diperkosa di Kamp Pengungsi

Pamela Sarnia, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2015 20:34 WIB
Kurungan Hukuman di Kamp Pengungsi Rohingya yang Terletak di Perbatasan Malaysia-Thailand (Foto: AFP)
Share :

KUALA LUMPUR - Perempuan Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi di perbatasan Thailand dan Malaysia menjadi korban pemerkosaan berkelompok yang dilakukan oleh para penyelundup. Akibat pemerkosaan tersebut, setidaknya dua perempuan Rohingya ditemukan hamil.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Malaysia Bernama, korban Rohingya selamat yang bernama Nur Khaidha Abdul Shukur mengatakan, beberapa perempuan muda yang tinggal di kamp kerap dibawa keluar dari pos hutan yang terletak di Padang Besar, Thailand. Nur yang tahun lalu berhasil melarikan diri dari kamp pengungsi mengatakan, para korban kemudian dibawa ke suatu tempat tersembunyi.

"Setiap malam, dua atau tiga pemudi cantik dibawa keluar dari kerangkeng hukuman oleh para penjaga. Mereka dibawa ke sebuah tempat rahasia," kata Nur, seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/6/2015).

Nur melanjutkan, para perempuan Rohingya yang diculik tersebut biasanya dijadikan pemuas nafsu para penjaga selama beberapa hari. "Mereka kemudian diperkosa secara berkelompok oleh para penjaga. Dua perempuan muda di kamp hamil setelah pemerkosaan tersebut," sambungnya.

Suami Nur yang bernama Nurul Amin Nobi Hussein juga menuturkan kesaksian senada. Nurul menyaksikan tindak kejahatan serupa yang dilakukan di dekat kamp yang berlokasi di dekat perbatasan Malaysia.

"Pada malam hari, beberapa penjaga akan mendatangi kurungan perempuan, menculik beberapa dari mereka dan membawanya ke suatu tempat," kata Nurul.

"Kami mendengar teriak dan tangisan para perempuan tersebut karena lokasi pemerkosaan mereka amat dekat dengan penjara kami. Namun, karena insiden tersebut berlangsung pada malam hari, kami tidak dapat melihat kejadian tersebut," imbuhnya.

(Pamela Sarnia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya