BANTUL - Selama ini tempat indekost selalu identik dengan rumah tinggal sementara bagi perantau seperti mahasiswa pendatang asal luar daerah. Namun siapa sangka ternyata ada pula tempat indekost yang khusus diperuntukkan bagi kuda. Adalah Rumah Berkuda Jogja yang berada di Jalan Monumen Ngoto, Tamanan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Selain dibuka sebagai tempat pelatihan berkuda, sasana berkuda ini memang merupakan tempat penitipan kuda bagi para penghobi olahraga berkuda. Dibuka sejak setahun lalu, tempat ini menerima penitipan, perawatan sekaligus pelatihan kuda. Tak sedikit kuda yang di-kost-kan (baca: dititipkan) di tempat ini untuk dirawat dan dilatih.
"Biasanya banyak orang yang ingin memelihara kuda tapi tak punya tempat untuk kandang serta waktu untuk mengurus kudanya. Sehingga mereka menitipkannya di sini. Mereka hanya akan datang jika ingin berkuda saja," kata pemilik sekaligus pengelola Rumah Berkuda Jogja, Yahya Krisna (34).
Menurut Yahya, tarif penitipan kuda di tempatnya berfariasi tergantung jenis dan besar kuda. Rata-rata satu ekor kuda dipatok tarif Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta perbulan. Bahkan untuk kuda jenis tertentu yang tingkat perawatanya lebih sulit tarif kost seekor kuda bisa mencapai Rp3 juta per bulannya.
"Tarif ini bersih, sudah termasuk pakan, perawatan dan lainnya. Kecuali jika kuda sakit nanti akan ada tambahan biaya obat dan penanganan. Tarif ini terbilang murah, karena untuk tempat penitipan kuda mewah itu bisa mencapai puluhan juta per bulan," kata lelaki yang juga merupakan seorang dokter hewan ini.
Selama kost di tempat ini, setiap kuda pun akan mendapat pelayanan layaknya seorang yang menginap di hotel. Mulai dari makan sehari 3 kali, mandi seminggu sekali, olahraga baik dengan ditunggani atau diajak jalan-jalan hingga disisir dan disikat bulu-bulunya setiap hari. "Beberapa pemilik kuda yang dititipkan di sini ada yang berasal dari luar DIY, yakni Pati, Jawa Tengah. Jadi mereka tidak setiap hari ke sini. Hanya setiap libur atau akhir pekan saja jika ingin menunggang kuda, baru akan ke sini," katanya.
(M Budi Santosa)