"Beberapa hari belakangan musim hujannya sangat lemah. Sungguh tidak biasa, wilayah seperti Yangon dan Ayeyarwady mendapat intensitas hujan lebih besar daripada negara bagian lainnya seperti Mon dan Kayin," kata Kyaw menambahkan.
Gejala El Nino berupa berkurangnya curah hujan, panas yang berkepanjangan, dan turunnya hujan lebat yang tidak menentu. Fenomena iklim ini dengan jarak waktu yang tidak beraturan, antara dua hingga tujuh tahun.
Sebelumnya, Myanmar mengalami kondisi cuaca yang tidak biasa secara berturut-turut pada 2009 dan 2010. Akibatnya, terjadi temperatur cuata yang amat ekstrem, berkurangnya debit air sungai, kekurangan air, timbulnya masalah kesehatan, bahkan menyebabkan kematian.
(Pamela Sarnia)