BOSTON - Pelaku pengeboman Maraton Boston, Dzhokhar Tsarnaev, dipindahkan ke sebuah penjara di Florence, Colorado, Amerika Serikat (AS). Menurut Juru Bicara Biro Penjara AS, Edmond Ross, penjara tersebut dikenal sebagai unit 'Supermax', tempat penampungan narapidana kelas berat.
Pria berusia 21 tahun tersebut pindah ke fasilitas dengan keamanan tingkat tinggi itu sehari setelah hakim federal dari pengadilan Boston secara resmi menjatuhkan vonis hukuman suntik mati atas pembunuhan empat orang dan melukai 264 lainnya dalam insiden pengeboman berdarah pada 15 April 2013. Sebelumnya Tsarnaev mendekam di penjara Devens, Massachussets, wilayah Boston bagian barat.
Sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (26/6/2015), para narapidana yang berada di balik jeruji penjara dengan pengamanan maksimum di Florence tidak memiliki teman satu sel. Mereka akan menjalani segala sesuatunya sendiri.
Dalam persidangan yang digelar pada Rabu 24 Juni 2015, setelah mendengar kesaksian dua lusin korban selama dan saudara korban, untuk pertama kalinya Tsarnaev mengungkapkan perasaannya kepada hadirin di persidangan.
"Saya minta maaf atas nyawa yang telah saya renggut, atas penderitaan yang saya sebabkan, atas kerusakan yang telah saya perbuat, kerusakan yang tidak bisa diperbaiki," ujarnya di depan pengadilan.
(Pamela Sarnia)