ATHENA – Hasil referendum Yunani yang semula 60 persen didominasi oleh suara ‘Tidak’, kini jumlah itu bertambah menjadi 62,5 persen suara. Laporan tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Yunani.
Setelah melakukan pemungutan suara dan menyelesaikan proses penghitungan suara final, Kementerian Dalam Negeri Yunani melaporkan bahwa sebanyak 62,5 persen rakyat Yunani menolak dana talangan dari kreditor Eropa maupun Internasional. Sementara itu, hanya 37,5 persen rakyat Yunani yang menyetujui perpanjangan dana pinjaman kreditor.
Akibatnya, masa depan Yunani diprediksi semakin tidak jelas karena terancam tercoret dari Zona Eropa. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Slovakia, Peter Kazimir.
“Hasil referendum ini tentu saja merupakan keputusan ataupun pilihan yang sangat berani dari rakyat Yunani,” ujar Perdana Menteri (PM) Yunani, Alexis Tsipras, seperti dilansir BBC, Senin (6/7/2015).
Sebagaimana diberitakan, Di Syntagma Square, pusat Kota Athena, ribuan warga Yunani merayakan hasil referendum dengan membentangkan spanduk bertulis ‘Tidak’ dan berteriak, ‘Mereka tidak akan menang’. Mereka juga membawa bendera Yunani dan merayakan dengan berjoget tarian tradisional. Ada juga yang menyalakan kembang api di Syntagma Square.
Kendati mayoritas rakyat Yunani menolak dana talangan dari kreditor Internasional, mereka juga tetap kecewa dengan kepemimpinan PM Tsipras. Namun, karena mayoritas warga menolak dana bantuan kreditor Internasional, PM Tsipras diprediksi tidak akan mundur dari jabatannya.
(Hendra Mujiraharja)